Preman dan Premanisme










Mendengar istilah preman, pastilah pikiran kita langsung terbayang pada sosok berandalan keji berpenampilan menyeramkan, mata merah, bertato naga, tindik disana sisi, membawa botol atau golok, kerjanya mukulin sama malakin orang, dan di setiap perkataannya selalu terselip kata-kata kasar yang bisa membuat bulu kuduk kencing berdiri. Preman selalu dianggap sebagai biang keladi segala macam kriminalitas. Polisipun seringkali mengadakan razia preman. Bahkan pelabelan bodoh itu merambah pula ke ranah birokrasi, sehingga jika ada pejabat kotor, maka labelnya adalah “Preman Kantor” atau “Preman Kerah Putih”. Namun, coba kita bahas sedikit mengenai "preman" ini, apakah gambaran preman memang seburuk itu?

Definisi "Preman" ( sumber : artikata.com)

n cak
1. sebutan kpd orang jahat (penodong, perampok, pemeras, dsb):
noun
2. partikelir; swasta;
3. bukan tentara; sipil (tt orang, pakaian, dsb);
4. kepunyaan sendiri (tt kendaraan dsb); orang -- , orang sipil, bukan militer; mobil -- , mobil pribadi (bukan mobil dinas); pakaian -- , bukan pakaian seragam militer
 
Memang kata "preman" banyak mengandung konotasi/arti, tetapi memang secara umum kata"preman" langsung diarahkan pada definisi nomor 1 di atas yaitu sebutan untuk orang jahat. Apalagi mereka melakukan tindakan kriminal atau meresahkan masyarakat.
Kalau memang begitu tentu saja keberadaannya pasti tidak diinginkan orang banyak dan aparat negara. Tentu saja harus mendapatkan pembinaan sehingga bisa diminimalisir keberadaannya, karena mungkin banyak yang "terpaksa" menjadi preman/orang jahat karena tekanan ekonomi.
Mudah-mudahan preman dan premanisme ini dapat ditekan dan menjadikan masyarakat lebih tentram


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar